Kamis, 03 Maret 2016

Aktivitas Air,Aktivitas fisik,dan pola hidup sehat


Aktivitas air, Aktivitas fisik, dan Pola hidup sehat
1.Aktivitas air
Aktivitas air (akuatik) merupakan sebuah aktivitas dengan menggunakan media air. Secara umum media tersebut dapat berupa kolam renang, ataupun tempat sejenis yang mempunyai karakteristik sama yaitu dapat digunakan sebagai tempat untuk melakukan berbagai bentuk aktivitas fisik, seperti pantai, sungai, danau atau simulator lainnya seperti ember atau bahan yang terbuat dari balon plastik. Bentuk kegiatan dalam aktivitas air dapat berupa renang, polo air, selancar, menyelam, dayung, kano, dan beragam bentuk lainnya. Aktifitas yang lazim sering dilakukan adalah renang.
Di negara maju program akuatik prasekolah lebih terfokus pada pengenalan aspek motorik di air sebagai dasar ke­terampilan dasar berenang. Anak tidak diajarkan untuk menjadi perenang hebat melainkan untuk tetap survive di air secara independen dan menye­nangi aktivitas yang dilakukan.
Keterampilan aktivitas air dapat diperoleh lebih siap pada usia 5 tahun. Meskipun beberapa anak bisa menguasainya lebih awal namun anak yang lebih muda dari 4 tahun memerlukan instruksi yang lebih lama untuk mempelajari keterampilan renang dan dibatasi juga oleh kapasitas syaraf dan otot. Secara fisik anak akan berhasil mela­kukan gerakan di air setelah serabut otot dan syaraf sudah matang. Oleh karena itu, memiliki anak yang memulai dikenalkan dengan akuatik pada usia awal tidak berarti lebih hebat dalam keterampilan renang atau memiliki kualitas renang yang lebih baik dibandingkan yang memulainya pada umur yang lebih tua.
Pada kelas aktivitas air, anak-anak akan lebih mudah menguasai keterampilan renang apabila pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya me­reka sudah siap, memiliki motivasi, umpan balik yang positif dari instruktur/guru, dan bila penga­laman akuatiknya menyenangkan. Jika anak-anak sudah mampu dalam program aktivitas air, dalam diri mereka akan tumbuh sikap preventive terhadap ri­siko tenggelam.
Beberapa hal yang penting dalam membelajarkan aktivitas air maka perlu dikuasai pengetahuan dan keterampilan tentang: pengenalan air (water orientation), masuk kolam (water entry), kontrol nafas (breath control), posisi badan (body position), dorongan lengan (arm propulsion), istirahat lengan (arm recovery), gerakan tungkai (leg action), renang lengkap (combined movement).
Pengenalan aktivitas air adalah suatu bentuk latihan dasar sebelum siswa diajarkan masing-masing gaya renang. Tujuan akhir yang diharapkan dari pembelajaran aktivitas air adalah untuk membentuk sikap, kemampuan dan keterampilan mengapung dan meluncur pada permukaan air. Dengan kemampuan mengapung dan meluncur akan mempermudah siswa melakukan bentuk-bentuk gerakan lanjutan.
2.Aktivitas Fisik
Menurut Centers for Disease Control (CDC) manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan jauh lebih besar ketimbang risiko terjadinya cedera. Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kematian dini akibat penyebab-penyebab utama kematian, seperti penyakit jantung dan sebagian kanker. Semua orang dapat meraih manfaat kesehatan dari aktivitas fisik, tanpa mempedulikan umur, kelompok etnis, bentuk tubuh atau ukuran tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mengurangi risiko terhadap beberapa penyakit dan meningkatkan kondisi kesehatan serta kualitas hidup secara keseluruhan. Manfaat kesehatan jangka panjang, termasuk:
  -  Mengurangi risiko kematian dini.
  -  Mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.
  -  Mengurangi risiko timbulnya diabetes.
  -  Mengurangi risiko timbulnya tekanan darah tinggi.
  -  Membantu mengurangi tekanan darah pada orang pengidap tekanan darah tinggi.
  -  Mengurangi risiko terkena penyakit kanker usus besar.
  -  Mengurangi rasa depresi dan kecemasan.
  -  Membantu mengendalikan berat badan.
  -  Membantu membangun dan memelihara tulang, otot, dan sendi yang sehat.
  -  Membantu dewasa tua menjadi lebih kuat dan lebih mampu bergerak leluasa tanpa  terjatuh.
  -  Mendukung kesehatan psikologis.
Orang yang aktif secara fisik selama sekitar 7 jam seminggu berisiko mati dini lebih rendah 40 persen daripada mereka yang hanya aktif selama kurang dari 30 menit seminggu. Dengan melakukan kegiatan aerobik berintensitas sedang sekurang-kurangnya 150 menit seminggu dapat menurunkan risiko kematian dini, termasuk kematian dini akibat penyakit jantung koroner – yang merupakan penyebab kematian nomor satu di banyak negara di seluruh dunia.
Akan tetapi, banyaknya jumlah aktivitas atau kegiatan berintensitas tinggi tidak selalu dapat menurunkan risiko kematian dini. Orang yang biasanya tidak aktif  dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran walau hanya dengan melakukan aktivitas intensitas sedang secara teratur. Meskipun manfaat kesehatan bisa didapatkan lebih besar dengan meningkatkan jumlah (durasi, frekuensi, atau intensitas) aktivitas  fisik, namun, setiap orang dapat meraih manfaat kesehatan hanya dengan menjadi lebih aktif secara fisik.
3.POLA HIDUP SEHAT
A. PENGERTIAN
Gaya hidup sehat adalah suatu pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang baik bagi tubuh.
Pengertian Pola Hidup Sehat Menurut Ahli: Menurut Kotler, pola hidup sehat yaitu gambaran dari aktivitas / kegiatan yang di dukung oleh minat, keinginan dan bagaimana pikiran menjalaninya dalam berinteraksi dengan linkungan. Tentunya terhadap hal-hal baik.
Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa gaya hidup sehat adalah adalah suatu pilihan yang sangat tepat untuk kelangsungan hidup kita, sedangkan pola hidup sehat adalah jalan yang harus ditempuh untuk memperoleh fisik yang sehat secara jasmani maupun rohani. Jadi gaya hidup sehat adalah proses untuk mencapai pola hidup sehat.
B. KEUNTUNGAN BERGAYA HIDUP SEHAT
Merasa tenteram, aman dan nyaman Memiliki rasa percaya diri, hidup seimbang, tidur nyenyak
Berpenampilan lebih sehat dan ceria
Sukses dalam pekerjaan
Menikmati kehidupan sosial dilingkungan keluarga
C. POLA HIDUP SEHAT
Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dan dijalani untuk mencapai pola hidup sehat, diantaranya adalah konsumsi makanan, olah raga, istirahat, kualitas udara, dan pribadi yang kuat.
1. Konsumsi Makanan
Konsumsi makanan yang memenuhi standar kesehatan yaitu makanan yang harus bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Namun belu banyak yang memerhatikan tentang makanan, bahkan banyak makanan yang berbahaya bagi kesehatan sangat diminati, seperti makanan yang mengandung pengawet, makanan cepat saji/makanan instan.
Orang-orang zaman dahulu cenderung lebih panjang umurnya daripada di zaman sekarang, hal ini disebabkan karena mereka mengkonsumsi makanan-makanan segar, dan tanpa bahan kimia. Ini merupakan contoh penting betapa bahan kimia sangat merusak kesehatan kita.
2.Olahraga
Olahraga adalah kegiatan yang mudah dilakukan tetapi banyak yang mengabaikannya, padahal olahraga merupakan sumber kesehatan bagi seluruh tubuh. Olahraga yang teratur memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti akan lebih giat, menurunkan tekanan dara tinggi, menguatkan tulang-tulang, meningkatkan HDL(kolesterol yang baik), mencegah kencing manis, menurunkan resiko kanker, mengurangi stress dan depresi, dan juga akan memberikan kebugaran.
3. Istirahat Yang Cukup
Istirahat yang cukup diperlukan untuk memulihkan diri dari kelelahan dan memberikan cukup waktu bagi tubuh untuk mengembalikan tenaga yang telah dipakai. Di sini jelas terdapat perbedaan yang sangat menonjol, kita di masa kini lebih sering bekerja hingga lupa waktu untuk istirahat atau bahkan sampai minum minuman penambah energi (suplemen).
4. Menciptakan Udara Yang Bersih
Bagi yang tinggal di daerah pedesaan tentunya udara yang bersih bukan merupakan hal yang sulit, namun bagi yang tinggal di daerah perkotaan perlu melakukan pengndalian terhadap kebersihan udara, paling tidak menanam pohon di sekitar rumah.
5. Pribadi Yang Kuat
Pribadi yang kuat juga sangat erat kaitannya dengan kesehatan secara menyeluruh. Pribadi yang kuat berarti mampu mengendalikan keseluruhan aktifitas hidupnya. Diantaranya kepribadian untuk pantang mengkonsumsi apapun yang bersifat merusak, seperti tembakau, alkohol, narkoba, makanan yang mengandung pengawet dll.