Aktivitas air, Aktivitas
fisik, dan Pola hidup sehat
1.Aktivitas air
Aktivitas air (akuatik)
merupakan sebuah aktivitas dengan menggunakan media air. Secara umum media
tersebut dapat berupa kolam renang, ataupun tempat sejenis yang mempunyai
karakteristik sama yaitu dapat digunakan sebagai tempat untuk melakukan
berbagai bentuk aktivitas fisik, seperti pantai, sungai, danau atau simulator
lainnya seperti ember atau bahan yang terbuat dari balon plastik. Bentuk
kegiatan dalam aktivitas air dapat berupa renang, polo air, selancar, menyelam,
dayung, kano, dan beragam bentuk lainnya. Aktifitas yang lazim sering dilakukan
adalah renang.
Di negara maju program
akuatik prasekolah lebih terfokus pada pengenalan aspek motorik di air sebagai
dasar keterampilan dasar berenang. Anak tidak diajarkan untuk menjadi perenang
hebat melainkan untuk tetap survive di air secara independen dan menyenangi
aktivitas yang dilakukan.
Keterampilan aktivitas
air dapat diperoleh lebih siap pada usia 5 tahun. Meskipun beberapa anak bisa
menguasainya lebih awal namun anak yang lebih muda dari 4 tahun memerlukan
instruksi yang lebih lama untuk mempelajari keterampilan renang dan dibatasi
juga oleh kapasitas syaraf dan otot. Secara fisik anak akan berhasil melakukan
gerakan di air setelah serabut otot dan syaraf sudah matang. Oleh karena itu,
memiliki anak yang memulai dikenalkan dengan akuatik pada usia awal tidak
berarti lebih hebat dalam keterampilan renang atau memiliki kualitas renang
yang lebih baik dibandingkan yang memulainya pada umur yang lebih tua.
Pada kelas aktivitas
air, anak-anak akan lebih mudah menguasai keterampilan renang apabila
pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya mereka sudah siap, memiliki motivasi,
umpan balik yang positif dari instruktur/guru, dan bila pengalaman akuatiknya
menyenangkan. Jika anak-anak sudah mampu dalam program aktivitas air, dalam
diri mereka akan tumbuh sikap preventive terhadap risiko tenggelam.
Beberapa hal yang
penting dalam membelajarkan aktivitas air maka perlu dikuasai pengetahuan dan
keterampilan tentang: pengenalan air (water orientation), masuk kolam (water
entry), kontrol nafas (breath control), posisi badan (body position), dorongan
lengan (arm propulsion), istirahat lengan (arm recovery), gerakan tungkai (leg
action), renang lengkap (combined movement).
Pengenalan aktivitas
air adalah suatu bentuk latihan dasar sebelum siswa diajarkan masing-masing
gaya renang. Tujuan akhir yang diharapkan dari pembelajaran aktivitas air
adalah untuk membentuk sikap, kemampuan dan keterampilan mengapung dan meluncur
pada permukaan air. Dengan kemampuan mengapung dan meluncur akan mempermudah
siswa melakukan bentuk-bentuk gerakan lanjutan.
2.Aktivitas Fisik
Menurut Centers for Disease Control
(CDC) manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan jauh lebih besar ketimbang risiko
terjadinya cedera. Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat
mengurangi risiko kematian dini akibat penyebab-penyebab utama kematian,
seperti penyakit jantung dan sebagian kanker. Semua orang dapat meraih manfaat
kesehatan dari aktivitas fisik, tanpa mempedulikan umur, kelompok etnis, bentuk
tubuh atau ukuran tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa
aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mengurangi risiko terhadap beberapa
penyakit dan meningkatkan kondisi kesehatan serta kualitas hidup secara
keseluruhan. Manfaat kesehatan jangka panjang, termasuk:
- Mengurangi risiko kematian
dini.
- Mengurangi risiko kematian
akibat penyakit jantung.
- Mengurangi risiko timbulnya
diabetes.
- Mengurangi risiko timbulnya
tekanan darah tinggi.
- Membantu mengurangi tekanan
darah pada orang pengidap tekanan darah tinggi.
- Mengurangi risiko terkena
penyakit kanker usus besar.
- Mengurangi rasa depresi dan
kecemasan.
- Membantu mengendalikan berat
badan.
- Membantu membangun dan
memelihara tulang, otot, dan sendi yang sehat.
- Membantu dewasa tua menjadi
lebih kuat dan lebih mampu bergerak leluasa tanpa terjatuh.
- Mendukung kesehatan psikologis.
Orang yang aktif secara fisik selama
sekitar 7 jam seminggu berisiko mati dini lebih rendah 40 persen daripada
mereka yang hanya aktif selama kurang dari 30 menit seminggu. Dengan melakukan
kegiatan aerobik berintensitas sedang sekurang-kurangnya 150 menit seminggu
dapat menurunkan risiko kematian dini, termasuk kematian dini akibat penyakit
jantung koroner – yang merupakan penyebab kematian nomor satu di banyak negara
di seluruh dunia.
Akan tetapi, banyaknya jumlah
aktivitas atau kegiatan berintensitas tinggi tidak selalu dapat menurunkan
risiko kematian dini. Orang yang biasanya tidak aktif dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran
walau hanya dengan melakukan aktivitas intensitas sedang secara teratur.
Meskipun manfaat kesehatan bisa didapatkan lebih besar dengan meningkatkan
jumlah (durasi, frekuensi, atau intensitas) aktivitas fisik, namun, setiap orang dapat meraih
manfaat kesehatan hanya dengan menjadi lebih aktif secara fisik.
3.POLA HIDUP SEHAT
A. PENGERTIAN
Gaya hidup sehat adalah
suatu pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Hidup dengan pola
makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata
mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang baik bagi tubuh.
Pengertian Pola Hidup
Sehat Menurut Ahli: Menurut Kotler, pola hidup sehat yaitu gambaran dari
aktivitas / kegiatan yang di dukung oleh minat, keinginan dan bagaimana pikiran
menjalaninya dalam berinteraksi dengan linkungan. Tentunya terhadap hal-hal
baik.
Dari pengertian di atas
dapat diartikan bahwa gaya hidup sehat adalah adalah suatu pilihan yang sangat
tepat untuk kelangsungan hidup kita, sedangkan pola hidup sehat adalah jalan
yang harus ditempuh untuk memperoleh fisik yang sehat secara jasmani maupun
rohani. Jadi gaya hidup sehat adalah proses untuk mencapai pola hidup sehat.
B. KEUNTUNGAN BERGAYA
HIDUP SEHAT
Merasa tenteram, aman
dan nyaman Memiliki rasa percaya diri, hidup seimbang, tidur nyenyak
Berpenampilan lebih
sehat dan ceria
Sukses dalam pekerjaan
Menikmati kehidupan
sosial dilingkungan keluarga
C. POLA HIDUP SEHAT
Ada beberapa langkah
yang harus diperhatikan dan dijalani untuk mencapai pola hidup sehat,
diantaranya adalah konsumsi makanan, olah raga, istirahat, kualitas udara, dan
pribadi yang kuat.
1. Konsumsi Makanan
Konsumsi makanan yang
memenuhi standar kesehatan yaitu makanan yang harus bisa memenuhi kebutuhan
tubuh. Namun belu banyak yang memerhatikan tentang makanan, bahkan banyak
makanan yang berbahaya bagi kesehatan sangat diminati, seperti makanan yang
mengandung pengawet, makanan cepat saji/makanan instan.
Orang-orang zaman
dahulu cenderung lebih panjang umurnya daripada di zaman sekarang, hal ini
disebabkan karena mereka mengkonsumsi makanan-makanan segar, dan tanpa bahan
kimia. Ini merupakan contoh penting betapa bahan kimia sangat merusak kesehatan
kita.
2.Olahraga
Olahraga adalah
kegiatan yang mudah dilakukan tetapi banyak yang mengabaikannya, padahal
olahraga merupakan sumber kesehatan bagi seluruh tubuh. Olahraga yang teratur
memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti akan lebih giat,
menurunkan tekanan dara tinggi, menguatkan tulang-tulang, meningkatkan
HDL(kolesterol yang baik), mencegah kencing manis, menurunkan resiko kanker,
mengurangi stress dan depresi, dan juga akan memberikan kebugaran.
3. Istirahat Yang Cukup
Istirahat yang cukup
diperlukan untuk memulihkan diri dari kelelahan dan memberikan cukup waktu bagi
tubuh untuk mengembalikan tenaga yang telah dipakai. Di sini jelas terdapat
perbedaan yang sangat menonjol, kita di masa kini lebih sering bekerja hingga
lupa waktu untuk istirahat atau bahkan sampai minum minuman penambah energi
(suplemen).
4. Menciptakan Udara Yang
Bersih
Bagi yang tinggal di
daerah pedesaan tentunya udara yang bersih bukan merupakan hal yang sulit,
namun bagi yang tinggal di daerah perkotaan perlu melakukan pengndalian
terhadap kebersihan udara, paling tidak menanam pohon di sekitar rumah.
5. Pribadi Yang Kuat
Pribadi yang kuat juga
sangat erat kaitannya dengan kesehatan secara menyeluruh. Pribadi yang kuat
berarti mampu mengendalikan keseluruhan aktifitas hidupnya. Diantaranya
kepribadian untuk pantang mengkonsumsi apapun yang bersifat merusak, seperti
tembakau, alkohol, narkoba, makanan yang mengandung pengawet dll.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar